Stop This Train?

Sudah masuk musim penghujan dan akhir-akhir ini lagu John Mayer – Stop This Train lagi sering banget saya putar di spotify saya. Saat jalan kaki dari rumah ke stasiun kereta – jam makan siang – perjalanan pulang ke rumah dari kantor – saat sedang tidak ngapa-ngapain, lagu si abang tidak henti-hentinya menemani saya, dari versi studio hingga ke versi live-nya. Kenapa ya.. Entahlah liriknya lagi pas banget buat saya akhir-akhir ini. Kadang sering punya pikiran bisa gak sih untuk pause sebentar kehidupan ini, kasih saya jeda sedikit untuk “napas dan mikir”. Tapi ya gak mungkin ya hahaha.

Sebenarnya atas alasan itu makanya sekarang saya menulis lagi di blog yang sudah lumayan berdebu ini.. Karena sambil menulis biasanya saya bisa sambil memikirkan dan menjaga diri sendiri dengan menuangkan beberapa isi otak supaya tidak luber hahaha.

Jadi gini, kalo hidup saya diibaratkan seperti baterai kayaknya saya ini baterai reusable yang isinya penuh. Tapi kemudian bingung energinya mau dihabiskan dengan cara apa dan untuk apa. Padahal dengan isi yang penuh itu baterai seharusnya berguna. Dan memang seharusnya energi itu akan perlahan-lahan habis, ya sesuai dengan kodratnya lah, untuk dipakai. Begitu habis dia akan di-charge ulang agar bisa berguna untuk beragam hal lainnya, begitu seterusnya hingga habis batas masa pakainya. Nah, balik lagi ke dunia nyata, perumpamaan tadi poinnya adalah dengan segala yang saya punya saat ini kok saya merasa tidak berguna.

Saya merasa cukup. Karena benar, sejujurnya saya merasa apa yang saya butuhkan sudah tercukupi semua. Saya punya pacar, keluarga dan sahabat yang sayang saya apa adanya, materi yang cukup, pekerjaan yang menyenangkan. Permasalahan juga pastinya ada tapi saya merasa semua masih dalam batas kemampuan dan walaupun banyak yang belum rampung saya optimis semua itu akan berlalu dengan baik. Jadi saat ini saya merasa sudah ga butuh apa-apa lagi.

Lalu kemarin malam ketika saya sedang membuka timeline instagram, saya melihat sebuah post yang mendefinisikan arti bahagia. Menurut empunya post tersebut, bahagia adalah perasaan jiwa yang berasal dari kepenuhan diri. Bahagia terasa saat kita berhenti menginginkan. Jedeeeer, kalimat ini bikin saya merenung semalaman..

Kalau itu adalah definisinya, berarti saya masuk ke kategori orang yang bahagia kan ya? Setelah saya mikir dan ngorek-ngorek perasaan sendiri mungkin perasaan merasa tidak berguna itu lebih karena saat ini saya sedang berada di zona aman. Zona yang benar-benar aman dan nyaman yang padahal selalu membuat saya takut.

Takut kalau main aman saya tidak cukup bersiap diri dengan hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Takut dengan tanggung jawab menjadi dewasa yang sudah terpampang nyata di depan mata. Saya benar-benar was-was untuk hidup saya yang nanti-nanti itu, yang nanti kalo sudah berkeluarga, yang nanti kalo punya anak, yang nanti kalo gak meneruskan karir, dan segala macam skenario yang sangat menumpuk dan berantakan di otak. Saat saya pusing sekali mikirin hal-hal yang seharusnya dibiarkan mengalir saja, saya selalu ingat lirik lagu Stop This Train yang ini.

Had a talk with my old man
Said, “Help me understand”
He said, “Turn sixty-eight
You’ll renegotiate”
Don’t stop this train
Don’t for a minute change the place you’re in
And don’t think I couldn’t ever understand
I tried my hand
John, honestly, we’ll never stop this train

Duh ini lagu ya.. di bagian awal dibuat setuju sama abang John pas dia mohon-mohon agar bisa stop semuanya. Tapi di akhir lagu ada petuah dari Ayahnya yang berkata bahwa kita memang ga akan pernah bisa memberhentikan semuanya John… yang bisa kita lakukan pada akhirnya adalah renegosiasi.

Selayaknya semua yang sudah berjalan sampai saat ini, ketika saya menghadapi masalah atau ketidakadilan, hal paling bijak yang bisa saya lakukan adalah melakukan negosiasi ulang. Dan negosiasi paling dekat memang dengan diri sendiri. Entah itu berarti mencari jalan lain, berpikir lagi, putar arah atau berhenti sejenak. Selama negosiasi itu dengan diri sendiri, kontrol penuhnya selalu ada di tangan kita sendiri.

 

Advertisements

2 thoughts on “Stop This Train?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s