Belajar Kehidupan di Kebun Kumara

Hari ini saya bersyukur sekali karena berkesempatan untuk mengikuti kelas berkebun di sebuah komunitas alam bernama kebun kumara. Kelas berdurasi 170 menit yang pelaksanaannya bertepatan dengan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-73 memberikan kesan yang membekas bagi saya. Dari kelas hari ini saya menyadari begitu banyak hal. Bahwa alam sangat murah hati memberikan kita segala alat dan bahan, dimana kita tinggal belajar mengolah, mempertajam indera, dan membaca alam untuk bisa lebih memahami semua cara kerjanya. Dan betapa berkebun memiliki variabel yang sangat banyak dan kompleks, sehingga semua orang dituntut untuk trial dan error serta bersabar lebih. Kalo bagi saya, berkebun bisa menjadi alat self healing untuk melatih kesabaran dan menenangkan diri hehehe. Btw, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman hari ini nih hehe.

Di sesi pembukaan, peserta secara bergiliran memperkenalkan diri dan menyampaikan harapan yang ingin didapatkan dari kelas ini. Setelah itu, Sandra dan Dhira, pasangan yang menggagas kebun kumara berbagi banyak tentang pengalaman mereka memulai komunitasnya. Dhira, yang merupakan aktivis ganja pada suatu ketika menyadari bahwa perjuangannya terhadap legalisasi ganja ternyata minim pengetahuan tentang kehidupan dari ganja itu sendiri, seperti bagaimana cara menanam, merawat, dan memanen ternyata masih belum Ia pahami. Kemudian setelah mereka berdua mengikuti kelas permaculture oleh yayasan bumi langit selama 2 minggu, mereka akhirnya terinpirasi untuk membuat kebun kumara di tahun 2016.

Setelah sesi perkenalan, peserta diajak untuk melihat berbagai jenis tanaman yang ada di kebun sekaligus mempelajari tentang hal-hal yang menurut saya sangat menarik. Disini saya belajar bahwa yang memberikan kehidupan bagi tanaman itu bukanlah tanahnya, tapi kehidupan yang ada didalam tanah yang tak terlihat oleh manusia. Dari gagasan tersebut, maka secara langsung akan bergulir ke teori selanjutnya dimana kita harus bisa mengolah kehidupan di dalam tanah. Misalnya, tanah yang liat dan padat berarti memiliki kemungkinan yang kecil bagi organisme seperti cacing atau binatang pengurai lainnya untuk hidup. Sehingga kita harus mengolah tanah tersebut agar layak menjadi tempat tumbuh bagi tanaman dan organisme yang hidup di dalamnya dengan mencampurkan kompos, sekam, dan pupuk sehingga tanah tadi menjadi gembur dan siap menjadi media tanam.

Hal yang menarik lainnya yaitu hama bukanlah musuh karena dia ada sebagai pertanda bahwa mungkin ada hal yang kurang seimbang di kebun kita. Hama seperti belalang dan tikus pada dasarnya memang memiliki jatah dari apa yang bumi hasilkan. Sehingga, solusinya bukan membasmi mereka tapi lebih mengakali situasi yang ada. Di kebun kumara misalnya, mereka menanam daun selada dan kale yang akan diolah menjadi salad, dengan adanya belalang tentunya cukup membuat ketar-ketir karena daun yang bolong-bolong akan menurunkan nilai jualnya. Namun, setelah diamati ternyata belalang lebih menyukai daun bunga matahari dibanding selada dan kale (untuk teori makanan favorit belalang sebenarnya tidak ada yang pasti sih, benar-benar diobservasi saja di lapangan berdasarkan daun mana yang dimakan belalang). Jadi akhirnya mereka menanam bunga matahari di sekitar kebun untuk memberi makan belalang. Dengan begini belalang senang, selada dan kale pun aman!

Seru banget gak sih insight-insight yang didapet di kelas ini? Semoga saya bisa ikut kelas-kelas lainnya agar bisa belajar lebih lagi ya. Oh iya, saya juga berdoa semoga kita lebih peduli pada bumi dengan cara yang simpel yaitu berkebun, karena tanpa bumi yang sehat manusia tidak akan sejahtera dan semoga kita semua bisa berdaulat atas makanan, tempat tinggal, energi dimana saja kita berpijak di bumi ini. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s