Vietnam – Ninh Binh [Part 2]

Sebelum berangkat ke Vietnam, saya sudah banyak mencari informasi mengenai destinasi apa yang kira-kira akan saya datangi selain Hanoi. Saya memutuskan untuk pergi ke Ninh Binh — provinsi di utara Vietnam yang jaraknya sekitar 80 km dari Hanoi. Alasan pertama karena waktu perjalanan yang singkat menyebabkan saya tidak bisa explore ke tempat yang terlalu jauh dari Hanoi, jadi Ninh Binh masuk ke kriteria ini karena dapat ditempuh dalam waktu 2 jam jika menggunakan bus/kereta. Alasan kedua adalah mengenai tingkat keramaiannya. Waktu itu sempat mikir Ninh Binh pasti akan jauh lebih sepi dibandingkan dengan Ha Long Bay yang sangat touristy. Karena jujur saya cenderung tidak nyaman berada di keramaian, terlebih lagi jika tempat tersebut asing. Saya bisa sampai keringat dingin dan merasa sesak napas karena canggung (cupu banget ya hahaha). Tapi sekarang sudah lebih mendingan sih karena udah banyak latihan hehehe 😂

Melanjutkan dari cerita saya di [Part 1] , setelah selesai cari sarapan dan explore tempat-tempat di sekitar hostel di hari ke-2, saya check-out dan berjalan kaki menuju Hanoi Railway Station. Saya memilih menggunakan kereta soalnya saya memang penasaran dengan transportasi di negara lain, selain karena hari pertama sudah mencoba naik bus jadi pengen juga mencoba naik kereta. Sampai di stasiun, saya langsung mencari loket dan membeli tiket (yang lumayan susah belinya soalnya terkendala bahasa), tapi ternyata keretanya baru akan berangkat pukul 14.00, sementara saat itu masih pukul 12 siang. Akhirnya saya memutuskan untuk cari makan siang di sekitar stasiun.

Lalu mampirlah saya di restoran Bun Cha favorit sekaligus tempat makan paling berkesan selama perjalanan ke Vietnam kemarin. Jadi ceritanya waktu pertama kali saya mau pesan makanan disana, saya tanya “Can you please make me anything that doesn’t contain pork?” (iya ini udah pasrah banget karena dimana-mana pork) terus beliau kayak kebingungan karena gak ngerti. Lalu saya pake google translate untuk menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Vietnam yang akhirnya bisa menghasilkan kata “oooooooh” dari mulut si Ibu (sumpah yaa, kalau berada di tempat dimana limitasinya adalah bahasa, hal yang paling menyenangkan didengar adalah kata “oooooh” karena artinya sudah saling paham antara kedua belah pihak hahahaha). Terus dia bilang bahwa restoran ini memang kuah/broth nya terbuat dari ikan. Alhamdulillah yaaah, emang beneran hoki banget bisa nemu tempat ini…. *terharu* 😭😭

Eeeeh, tapi jangan senang dulu, proses pesan-memesan ternyata belum selesai sampai disini. Sekarang, saya harus memilih mau makan pakai toping ikan apa. Kira-kira pembicaraan saya dengan Ibu penjual seperti ini :

Ibu Penjual : (Menunjuk ke poster bergambar ikan)
Aya : “I’ll eat anything, you can choose it for me”
Ibu Penjual : (dia langsung ngelus-ngelus perut dia sendiri)
Aya : (bingung)(lalu kepikiran, ooh mungkin kuahnya pedas jadi bakal bikin sakit perut) “Is it spicy? It’s okay, I like spicy food” (sambil melakukan koreografi kepedesan)
Ibu Penjual : “No no no!” (ngelus-ngelus perut lagi)
Aya : “What do you mean?”
Ibu Penjual : (dia nulis “stomach” di google translate)
Aya :  Ya Allah teka-teki macam apa ini….. (masih gagal paham)(pengen melambaikan bendera putih ke kamera)
Ibu Penjual : (melakukan koreografi kepala pusing)(ketawa pasrah sambil meminta bantuan ke temennya)
Temennya Ibu : (ikutan ngelus-ngelus perut) “Stomach stomach”
Aya : “I’m sorry I don’t understand what you’re trying to say…”(lalu saya cuma bisa ketawa karena sudah tidak paham lagi arah pembicaraan ini)
Temennya Ibu : (ketawa girang)
Ibu Penjual : (balik ke dapur karena kayaknya udah lelah sama urusan bahasa….)

IMG_5019
Bun Cha Ikan, foto ini diambil kali kedua saya ke restoran ini

Ternyata oh ternyata, pas si Ibu ngelus-ngelus perut maksudnya toping ikan yang beliau pilihkan untuk saya adalah bagian perut ikan, ya ampun baru sadar pas makanannya datang 😂

Setelah kenyang, saya berjalan kaki lagi ke stasiun. Sebenarnya saya agak deg-degan kira-kira bakal naik kereta yang modelnya seperti apa karena pas beli tiket gak ditawarin kelas ekonomi/bisnis/eksekutif, pokoknya cuma iya-iya aja dan langsung bayar. Tapi untungnya gak seburuk yang saya bayangkan sih… Ini dia bentuk kereta yang saya tumpangi. Keren ya?

IMG_4704

Di Ninh Binh saya menginap di Papaya Green Homestay. Jaraknya agak jauh dari stasiun, soalnya setelah berjalan kaki sekitar 1 jam belum sampe-sampe juga. Begitu sampai homestay sekitar pukul 6 sore saya langsung cari makan malam dan tanya-tanya ke host mengenai transportasi apa yang bisa digunakan untuk explore Ninh Binh. Beliau langsung merekomendasikan untuk menggunakan ojek dengan membayar 19 USD/hari. Karena tidak melihat opsi yang lebih baik dari itu, saya langsung oke dan booking ojek untuk besok paginya.

IMG_4798

Papaya Green Homestay (300.000 VND/night)
Ngo 212, No 54 Phuc Thinh Area, Ninh Binh, Vietnam
http://www.booking.com/Share-do5oYb

Trang An – Bai Dinh – Hang Mua

Destinasi yang saya kunjungi pertama kali di Ninh Binh adalah Trang An, yaitu sebuah kompleks luas percampuran antara wisata kultural dan alam yang juga merupakan UNESCO World Heritage Site. Disini kita bisa mengeksplorasi kompleks untuk menelusuri sejarah kehidupan manusia purba Vietnam di zaman neolitikum, melihat bukit karst dan juga melintasi goa menggunakan perahu kayu. INI SERU BANGET ASLI DEH!! Waktu itu saya naik perahu bersama dengan keluarga bule dari Afrika Selatan. Kalau yang saya lihat, biasanya 1 perahu bisa diisi 4-5 orang dan perjalanan mengelilingi kompleks ini ditempuh dalam waktu 2 jam. Di perjalanan naik perahu ini, yang paling saya nikmati adalah keheningannya. Jadi, begitu perahu mulai didayung yang terdengar itu hanya suara dayung dan debur air. Kami berempat (saya dan 3 bule) berkenalan dan ngobrol-ngobrol sedikit di awal dan setelah itu kami lebih banyak menikmati pemandangan dan menikmati keheningan aja.

IMG_4913IMG_4802IMG_4912

Destinasi kedua di Ninh Binh adalah mengunjungi Bai Dinh Pagoda. Kompleks kuil ini merupakan yang terbesar di Vietnam dan memang gedaaaay banget, luas bangunan templenya aja 27 hektar. Untuk mengelilingi keseluruhan kuil membutuhkan waktu 2 jam, ya lumayan banget bikin betis cenat-cenut. Disini kita akan diarahkan untuk mengelilingi kompleksnya, jadi jalur temple ini semacam IKEA gitu, dimana cuma ada 1 pintu keluar dan kita seperti mengelilingi kotak, jadi mau gamau akan mengelilingi seluruh kompleksnya. Nah, ketika sampai Bai Dinh memang sudah hujan gerimis. Tapi tiba-tiba hujan menjadi besar ketika saya sedang berada di kuil kecil yang ada di luar jalur utama. Karena hujannya deras saya terjebak dan ga bisa balik ke jalur utama. Di dalam kuil ini saya agak merasa canggung soalnya hampir sebagian besar yang datang kesini wisatawan lokal dan saya tidak melihat muka-muka bule atau muka non-vietnam hahaha. Saya pun duduk pasrah menatap ke luar sambil memohon agar hujan cepat berhenti. Di sebelah saya ada segerombolan kakek-kakek yang juga sedang duduk-duduk. Melihat saya yang sendirian, mereka lalu mengajak saya mengobrol, tapi apa daya, usaha baik mereka sia-sia karena saya ga ngerti mereka ngomong apa… Saya berkali-kali bilang “I’m sorry I can’t speak vietnamese” tapi mereka tetap usaha ajak saya ngobrol. Akhirnya saya mengeluarkan telepon genggam dan dengan google translate saya bilang bahwa saya orang Indonesia. Akhirnya mereka paham walaupun mereka tetap aja melibatkan saya di obrolan. Tapi beneran deh, bersyukur bisa dipertemukan dengan 3 kakek yang manis ini karena telah menemani saya ngobrol-ngobrol selama 1 jam. Yaaa walaupun kebanyakan bingungnya karena saya tidak paham apa-apa dan akhirnya yang saya lakukan cuma ketawa-ketawa aja. Mereka sempat menawarkan minum dan bahkan memberikan saya 50.000 VND. Haduh! wajah saya terlihat menyedihkan banget kali ya sampai mereka mau memberikan saya uang.

IMG_4904IMG_4905

Destinasi terakhir adalah Hang Mua Cave. Kalo kata tukang ojek saya, Hang Mua ini memang cocoknya jadi persinggahan terakhir. Soalnya dari Hang Mua Cave, kita bisa melihat jalur lintasan perahu sewaktu di Trang An dari ketinggian. Jadi Hang Mua Cave sebenarnya merupakan satu dari banyak Karst yang ada di Ninh Binh, cuma bedanya puncak Hang Mua terdapat altar Quan Am (Goddest of Mercy). Untuk mencapai puncak saya harus menaiki sekitar 500 anak tangga. Dari puncak kita bisa melihat pemandangan cantik seperti ini :

IMG_5367

IMG_4902

Setelah selesai dari Hang Mua saya kembali lagi ke homestay untuk numpang bersih-bersih karena pukul 6 sore saya dijemput bus yang membawa saya kembali ke Hanoi. Perjalanan mengunjungi tiga tempat ini dimulai sejak pukul 8 pagi sampai 4 sore. Menurut saya, kalau memang tujuannya hanya ke tiga tempat ini, satu hari di Ninh Binh sudah pas banget jadi memang 1 day tour gitu. Sebenarnya saya bisa aja berangkat dari Hanoi ke Ninh Binh saat subuh dan langsung balik malamnya, cuma kok kayaknya terlalu buru-buru dan nantinya malah ga nikmat. Makanya saya memutuskan untuk menginap semalam supaya bisa napas dengan tenang. 

Setelah kembali ke Hanoi saya hanya santai-santai aja cari jajanan dan makanan enak serta melanjutkan explore Hanoi yang belum terpuaskan di hari pertama dan kedua. Di malam terakhir ini saya menginap di Nexy Hostel, sedikit lebih mahal dari hostel yang pertama, tapi memang menu sarapannya jauh lebih bervariasi dan fasilitasnya juga lebih lengkap. Recommended!

Nexy Hostel (150.000 VND/night)
12 To Tich Street, Hoan Kiem District, Hoan Kiem, Hanoi, Vietnam
http://www.booking.com/Share-pbUWRU

Semoga cerita yang agak terlalu panjang ini menyenangkan untuk dibaca dan semoga bisa berguna yahh 😀

 

Advertisements

4 thoughts on “Vietnam – Ninh Binh [Part 2]

  1. Hasif!! Thank you for reading 😆, hahaha do you understand everything I wrote here? Lol yeah the weather was a bit annoying, luckily that day only rained a while during daytime.

    Like

    1. Hasif

      It’s like I’m back at high school reading karangan bahasa hahaha. You should have rent a bike from the shop in front of the train station!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s